RE: Apa pendapat Anda agar Jakarta dan Indonesia damai kedepannya ?

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Baru-baru ini viral di beberapa internet di mana Ketua Umum PDIP “Megawati Soekarnoputeri” mengajak publik memilih pemimpin pemerintahan bukan pemimpin agama untuk lima tahun kedepannya lewat video pribadinya. Kemudian, di berbagai artikel, Presiden RI “Joko Widodo” mengimbau publik dari berbagai elemen untuk memisahkan agama dan politik.

Menurut MUI bahwa ideologi SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka ideologi itu harus dibuang jauh-jauh dari benak publik termasuk umat Islam. Ideologi tsb sesat menyesatkan di mana setiap muslim yang dangkal akan iman & ilmu Islam-nya, ya tidak bisa dipungkiri mereka akan terjerumus dan menerima ideologi tsb sehingga aqidah mereka pun akan rusak & menyimpang.

Dari pernyataan dua tokoh di atas tadi “Megawati & Jokowi” bisa kita tarik kesimpulan bahwa mereka berpaham ideologi Sekularisme (ideologi yang mengajarkan untuk
memisahkan agama dari pemerintahan termasuk berpolitik). Turki, negara yang dulunya sangat sekular sekali sampai-sampai syrai’at islam susah untuk dijalankan termasuk
berhijab di kalangan kaum wanita. Ya, jika mereka seorang wanita karir yang bekerja di kantor, bank, instansi, perusahaan dll maka mereka kaum wanita dianjurkan tidak boleh memakai jilbab.

Mengapa setiap ulama yang berceramah soal politik di Masjid, Mushalla, Majelis Taklim, Tabligh Akbar dll dikatakan politisasi termasuk politisasi masjid oleh mereka. Apa benar politik itu tidak ada dalam ajaran islam? Tidak, di dalam ajaran Islam semuanya ada termasuk bidang politik. Artinya politik itu termasuk ajaran Islam. Jika kita muslim mau berpolitik, maka pilihlah untuk berpolitik secara Islam.

Ehh, mereka berkoar-koar di depan publik:

  • Bukannya politik itu jahat, kotor dan busuk, apa mungkin Islam yang suci, bersih dan baik masuk ke dalam ranah politik?
  • Bukannya politik itu jahat, kotor dan busuk, apa mungkin Ulama yang mulia dan baik masuk ke dalam ranah politik?

Ini adalah propaganda kaum SEPILIS. Ini tidak main-main. Jika propaganda ini berhasil diterima oleh publik termasuk umat Islam, mereka lah yang nantinya akan berpolitik karena politik itu jahat, kotor dan busuk yang tidak mungkin diisi oleh Ulama sehingga di pemerintahan akan diisi oleh mereka yang koruptor, penjudi, bencong, preman dan orang-orang jahat yang anti Islam. Gedung MPR-DPR RI akan dikuasai oleh mereka dalam membuat UU (Undang Undang) yang anti Islam seperti UU pelegalan ***, miras, narkoba; UU lokalisasi pelacuran; UU pelegalan LGBT bahkan UU yang akan menyerang 5 rukun Islam yaitu UU pelarangan salat atau puasa. Na’uzublillah.

Untuk itu, Habib Rizieq (Imam Besar FPI) mengajak kepada umat Islam untuk berpolitik karena politik termasuk bagian dari ajaran Islam. Beliau juga meminta kepada para ustadz, kyai, habaib dll untuk tidak memisahkan politik dari agama Islam. Jika dari mereka tidak ingin masuk dalam dunia politik tidak apa apa, tapi jangan sekali-kali menjauhi politik. Itu berbahaya sekali. Musuh nantinya yang akan menguasai dan mengendalikan umat Islam. Beiau juga berpesan bahwa jika politik di suatu negara sudah kacau, amburadul dan jauh dari Islam, maka kita yang mestinya untuk meluruskan atau memperbaiki keadaan politik tsb di pemerintahan. Bukannya Indonesia mayoritas Islam, kok kita yang malah takut berpolitik untuk menguasai pemerintahan. Jika demikian, kita mayoritas yang akan dibawah kepemimpinan mereka anti Islam. Kalau ini terus menerus terjadi dan dibiarkan, mayoritas akan tertindas dan terusir seperti negeri-negeri muslim di Timur Tengah yaitu Suriah. Ada salah satu ulama Suriah yang menyesal karena umat Islam di negerinya kebanyakan terpecah belah (tidak bersatu) dan juga tidak berpolitik sehingga bangku-bangku pemerintahan dikuasai oleh mereka yang anti Islam (syi’ah). Ini bisa menjadi pelajaran buat kita.

Terakhir beliau mengimbau kepada umat Islam untuk bersatu dan bersinergi untuk Islam yang satu. Musuh-musuh Islam akan mudah untuk kita hancurkan karena adanya
pertolongan dari Allah. Yakinlah Yang Maha Kaya, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Kuat, Yang Maha Besar itu Dia lah ALLAH. Ya, mereka anti Islam pasti IBLIS bersamanya dan
kita umat Islam harus bersyukur bahwa ALLAH bersama kita dalam membela agama-Nya. ALLAHU AKBAR 3x.
Catatan: Aliran sesat, SEPILIS, Syi’ah dan Komunis (PKI) sedang menggerogoti bumi pertiwi ini. Ya, PKI sudah mulai menampakkan aksinya di tengah-tengah masyarakat
seperti parade jalanan di mana beberapa masyarakat memakai baju berlogo palu arit dan membawa foto-foto tokoh PKI tempo dulu di HUT Kemerdekaan RI; adanya upaya dari
sekelompok orang yang meminta Jokowi untuk menyampaikan pidato di HUT Kemerdekaan RI berisi perminta maafan negara kepada PKI (berhasil digagalkan) dan masih banyak
lagi.

Ya, mungkin Anda sekalian bisa menilai bagaimana kepemimpinan Jokowi selama jadi gubernur Jakarta dan presiden RI. Tanggal 19 April 2017 lah penentu bagi kehidupan
Jakarta untuk lima tahun kedepannya, apakah kita memilih pemimpin muslim atau non muslim. Jika salah memilih, Invansi Cina tidak lama lagi akan terwujud secara total di Indonesia di mana pembangunan Reklamasi akan dilanjutkan oleh pemimpin non muslim terpilih (misalnya) nantinya. Ya, di sana akan dibuat gedung-gedung tinggi seperti apartemen yang akan menampung orang banyak yang kebanyakan itu akan diisi oleh orang RRC karena sebelum pembangunan selesai, setiap apartemen sudah diiklankan di Beijing dan disekitarnya yang mana orang RRC kaya akan berbondong-bondong untuk membeli kamar-kamar dari setiap apartemen yang dibangun.

Intinya, musuh-musuh Islam saat ini berkolaborasi untuk bagaimana kita warga pribumi terusir dari negaranya sendiri. Artinya ada penjajah maupun pengkihanat bangsa dan negara, sama halnya dengan penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia tempo dulu..

Kuncinya, umat Islam harus BERSATU & BERSINERGI mulai saa ini dan kedepannya titik. Terima kasih.

Wassalam

aokta05 TK Ditanyakan on 9 April 2017 pada Politik.
Tambah Komentar

Iya bung darkness. Saya hanya muslim biasa-biasa saja dan berprofesi mahasiswa di salah satu PTN di Padang, Sumbar. Ya, terima kasih sudah menilai tulisan saya di atas. Tulisan tsb tidak terlepas dari apa yang saya baca, tonton, dengar di beberapa video ceramah para tokoh agama di Indonesia. Bung darkness, sepertinya kondisi Indonesia kedepannya tidak bisa dikatakan 100% damai jika mereka kaum minoritas berhasil menguasai mayoritas di Indonesia lewat bangku-bangku pemerintahan. Ya, memang minoritas ini pasti ada sokongannya dari pihak Asing & Aseng. Tujuannya hanya satu yaitu untuk melancarkan misi pihak Asing & Aseng lewat tangan-tangan kaum minoritas yang saat ini berada di pemerintahan maupun parlemen. Ya, tidak bisa kita pungkiri bahwa kaum minoritas juga duduk manis dengan mereka warga pribumi termasuk umat islam. Pasti di tubuh umat Islam terbagi dua golongan yaitu muslim pembela maupun meslim pengkhianat bangsa & negara. Mereka pengkhianat itu pasti 100% mengizinkan misi pihak Asing & Aseng karena sudah disumbat dengan duit yang banyak. Tergiur dan dijanjikan untuk keamanan dan kenyamanan hidup jika mereka bersama dalam menggolkan misi pihak Asing & Aseng. Na’uzubillah. Termasuk mereka pengkhianat bangsa dan negara yang dari kalangan tokoh agama. Tidak tahulah, apa yang sedang ada di benak mereka, apa mereka tidak melihat kondisi Indonesi kedepannya. Yakinlah, tokoh agama itu pasti sudah berpaham SEPILIS. Ideologi ini memang berbahaya sekali karena bisa merusak aqidah seorang muslim. Tokoh agamanya aja ada yang menerima ideologi tsb apalagi kita-kita ini yang hanya muslim biasa yang masih dangkal akan iman & ilmu Islam nya. Semoga Allah persatukan umat Islam di Indonesia ini. Aamiin.

 

TK Terjawab on 10 April 2017
Tambah Komentar

Jawaban Anda

Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.