RE: Apakah kwitansi harus diisi dengan diketik atau di tulis tangan ?

Saya bingung, apakah mengirimkan kwitansi ke sebuah perusahaan lebih baik perincian pembayarannya ditulis dengan tangan atau diketik? dan kwitansinya berupa buku kwitansi

gracehosea97 TK Ditanyakan on 4 August 2017 pada Bisnis.
Tambah Komentar

Ini menurut pengalaman saya selama bekerja di instansi pemerintahan, kwitansi yang dibuat/ ditulis menggunakan tangan itu didalam sebuah laporan tidak akan diterima alias ditolak. harus diketik.

Berikut ini beberapa hal yang butuh diperhatikan dalam pembuatan kwitansi:

  1. Nomer kwitansi, nomer ini berperan untuk membedakan antara kwitansi satu dengan kwitansi yang lain. Anda dapat membuatnya dengan urutan memakai angka atau mungkin dengan memberikan huruf. Untuk format penomorannya dapat dikerjakan sesuai sama keperluan yang diinginkan.
  2. Nama lengkap orang yang melakukan transaksi atau instansi yang menyerahkan uang.
  3. Jumlah uang yang diserahkan yakni besaran nominal uang yang ditulis sama juga dengan angka atau huruf.
  4. Tempat, hari dan tanggal terjadinya transaksi
  5. Tujuan pembayaran, dalam soal ini menjelaskan untuk apa pembayaran tersebut di lakukan
  6. Nama lengkap orang serta jabatan dalam instansi yang menerima uang yang di sertai dengan tanda tangan
  7. Cap/stempel Dinas atau perusahaan yang menerima pembayaran
  8. Bila memakai materai, tanda tangan mesti mengenai materai yang di tempelkan.

 

Khusus untuk kwitansi dengan materai, berikut ini ketentuannya sesuai sama ketentuan Menteri Keuangan :

  1. Kwitansi pembelian barang/jasa sewa dibubuhi meterai (PP Nomor 7 Tahun 1995 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai), tanggal pembelian, alamat lengkap dan tanda tangan penerima, serta diberi distempel toko/tempat pembelian/sewa,
  2. pembelian barang/jasa sewa : < Rp 250.000,- tanpa dibubuhi Meterai.
  3. pembelian barang/jasa sewa : ϑRp 250.000,- dan < 1.000.000,- dibubuhi Meterai Rp. 3.000,-
  4. pembelian barang: > 1.000.000,- dibubuhi Meterai Rp. 6.000,- dan dikenakan PPN sebesar 10% (dilampiri SSP PPN; dan Faktur Pajak Standar dari Toko).
  5. pengeluaran jasa sewa: > 1.000.000,- dibubuhi Meterai Rp. 6.000,- dan dikenakan PPh pasal 22 sebesar 1,5% (dilampiri SSP PPh psl. 22 dan Faktur Pajak Standar dari Toko).
  6. Kwitansi Pembelian barang/jasa dengan nominal ϑ Rp.5.000.000,- harus dengan SPK Pengadaan Barang/Jasa.
TK Terjawab on 5 August 2017
Tambah Komentar

Jawaban Anda

Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.