RE: sinopsis novel sayap-sayap patah

ada yang punya novel “sayap-sayap patah ”
Pengarang nya… Khalil Gibran.
bagi dong 🙂 . atau sinopsis lengkap nya juga boleh. terimakasih

parttime2 SMA Ditanyakan on 25 October 2016 pada Pengetahuan.
Tambah Komentar

Saya pernah baca tapi kalo suruh ngarang sinopsisnya kayaknya lup-lupa inget gan. Ini temuan ane dari mbah google 😀

Novel Sayap Sayap PatahNovel Sayap Sayap Patah

DETAIL NOVEL

  • The Broken Wings (Sayap-Sayap Patah)
  • Harga: Rp. 21.250
  • Penulis: Khalil Gibran
  • Penerbit: Media Pressindo
  • Edisi: Soft Cover
  • ISBN: 9799110963
  • ISBN-13: 9789799110961
  • Tanggal Penerbitan: 2012
  • Bahasa: Indonesia
  • Hal: 134
  • Ukuran: 190x130x0 mm

Buku ini menceritakan bagaimana perasaan hati seorang pria yang senantia menjaga amanah dari ayah teman wanitanya, yang ingin ia selalu menjaga anak perempuannya meskipun cintanya harus dipendam karena wanita itu menikah dengan pria lain.

Tepat pada saat itu seorang muncul dari belakang tirai beledu di pindu dan berjalan mendekati kami. Farris Affandi ( teman lama ayahku ) dan aku bangkit dari tempat duduk kami “Ini anak perempuanku Selma “, kata orang tua itu. Ia memperkenalkan gadis itu padaku. Dia bagaikan buku yang tidak pernah bisa kuselesaikan membacanya. Kareana setiap kunjuangan memberiku makna baru pada kecantikannya dan padangan baru ke dalam jiwanya yang manis.

Satu jam berlalu, ,setiap menit adalah satu tahun cinta. Keindahan malam itu berubah ketika kereta yang mengantarkan ayahnya telah kembali dan mengatakan bahwa Selma ada dinikahkan oleh kemenakan Uskup Bulos, Mansour Bey Galib. Aku memberinya semangat meskipun hati ini terasa hancur karena putusan itu hadir disaat cintaku mulai tumbuh “Mari, Selma, mari kita menjadi menara yang kuat di tengah prahara. Mari kita berdiri seperti prajurit gagah berani dihadapan musuh dan menghadapi senjatanya. Jika kita terbunuh, kita akan mati sebagai orang suci, dan jika kita menang, kita akan hidup sebagai pahlawan. Menghadapi halangan dan kesulitan lebih mulia daripada mundur mencari ketenangan. “ ……….. Namun semua harus berjalan sesuai takdir yang tang telah dituliskan, Selma harus menikah dengan dan Mansour Bey.

Sisi ketegangan tetap terjadi dikala Selma tetap menemui sang kekasih secara diam – diam. Bahkan Uskup Bulos memerintahkan kepada semua pelayan dan pengawalnya untuk memperhatikan gerak – gerik Selma. Meskipun cinta diantara mereka sangat besar, Selma tetap memilih mengakhiri pertemuan sembunyi – sembunyinya dengan ciuman mesra yang pertama dan terkahir, karena dia tidak ingin sang kekasih merasakan derita yang dia alami. Bertahan dikehampaan cinta sang kekasih, Selma berusaha menjadi istri yang baik. Karena setiap hari Mansour selalu menanyakan kapan Selma dapat memberinya keturunan, meskipun dia sendiri selalu sibuk dengan wanita – wanita yang menjual tubuhnya hanya untuk sepotong roti. Doa yang tak pernah putus selalu memberikan berita yang baik. Selma hamil, meskipun ketika melahirkan dia harus berjuang antara hidup dan mati. Burung dengan sayap – sayap yang patah tak selamanya mampu bertahan dan akhirnya Selma harus menghadap Sang Pencipta setelah dia melahirkan bayi laki – laki yang usianya hanya sebatas sinar matahari pagi.

Semua pengantar jenazah telah pergi, ketika aku bertanya kepada si penggali kubur “apakah anda ingat dimana Farris Effandi dimakamkan ? “ Dia memandangku sambil berkata ….”Disini, aku menempatkan anak perempuan diatasnya dan didada anak perempuan ini beristirahat anaknya…. …..”

SMA Terjawab on 25 October 2016
Tambah Komentar

Jawaban Anda

Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.