Kenapa kebanyakan orang mengidolakan orang lain dibandingkan Rosulullah ?

Di saat ini, di semua kalangan baik dari yang muda hingga yang  tua pasti punya idolanya masing-masing. Ya, kanak-kanak (5 -11 tahun) mengidolakan tokoh-tokoh kartun, remaja awal (12 – 16 tahun) mengidolakan tokoh-tokoh olahraga, remaja akhir (17 – 25) mengidolakan tokoh-tokoh penyanyi, dewasa awal (26 – 35) mengidolakan tokoh-tokoh bintang film, dewasa akhir (36 – 45 tahun) mengidolakan tokoh-tokoh bangsa dst.

Misalnya: Mike Tyson (Leher Beton) yang memiliki penggemar, Michael Jackson (King of Pop) yang memiliki penggemar atau Elizabeth (Queen of Great Britain) memiliki penggemar di berbagai belahan dunia. Ketika, para penggemar menangis dan terharu melihat idolanya, apakah ia juga menangis untuk kita seperti Michael Jackson di saat menggelar konsernya. Tidak ada yang seperti itu, kecuali pada lelaki yang terlahir ke dunia ini tanpa kehadiran Ayahnya di saat ia menempuh perjalanan hidupnya. Ya, dialah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang di dalam buku 100 tokoh berpengaruh sepanjang masa oleh M. Heart di urutan pertama. Lantas, mengapa kebanyakan orang masih enggan menjadikan beliau sebagai idola hidupnya.

Setiap malam, beliau menangis di dalam sujudnya untuk berdo’a kepada Allah agar umatnya kelak tidak masuk ke dalam neraka-Nya. Saking lamanya beliau sujud di setiap malam sampai-sampai  kening beliau berbekas tanda sujud. Begitulah cinta dan sayangnya beliau pada umatnya (kita muslim). Beliau tidak ingin salah satu umatnya kelak terjerumus masuk ke dalam neraka-Nya.

Jujur, ketika kita melihat seseorang punya kelebihan dalam beraksi di depan publik dan di saat itu juga kita kagum dan lama kelamaan kita jatuh hati dan menjadikannya sebagai idola kita. Namun, ketika kita dihadapkan pada sosok Rasulullah SAW. kok kita malah lebih mengidolakan yang lain. Apa letak kesalahannya? Apa karena kita tidak mengenal secara lengkap biografi, sejarah dan perjalanan hidup beliau semasa hidupnya.

Terima kasih

 

TK Ditanyakan on 8 April 2017 pada Agama.
Tambah Komentar
4 Jawaban

Memang sepertinya manusia jaman sekarang berbaik ke jaman JAHILIYAH lagi. Dimana mereka tidak tau yang HAKIKAT yang mana. Namun kita harus melihat diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum melihat kehidupan diluar sana.

Bagaimana solusinya ? Berdakwah dan menyuarakan apa yang kamu rasakan itu salah beritahu orang terdekat kamu apa yang kamu pikirkan selama ini benar. BTW saya juga sering memikirkan hal seperti itu :cool

Sarjana Terjawab on 8 April 2017
Tambah Komentar

Memang benar kebanyakan kaum Muslim saat ini mengidolakan Orang lain di bandingkan dengan Rosulnya yaitu Nabi Muhammad SAW, itu disebabkan karena lemahnya iman mereka dan pengetahuan mereka tentang Islam dan Rosulullah, oleh sebab itu jangan lah kita menjadi kaum yang rugi,  kita sebagai kaum akhir zaman yang pada saat ini terdapat banyak fitnah, dan maksiat dimana-mana hendaknya lebih memperdalam dan mengasah ilmu agama kita, kesimpulannya jika kita mengenal dan mengetahui Islam dan Muhammad SAW lebih dalam, kita tidak akan salah jalan atau salah mengidolakan Orang.

Megister Terjawab on 8 April 2017
Tambah Komentar

Ada benarnya yang agan bilang, namun banyak juga umat islam yang sudah menjadikan beliau sebagai panutan. Memang sudah seharusnya jika Nabi Muhammad S.A.W. menjadi Idola atau Panutan umat Manusia.

Nabi Muhammad S.A.W. adalah Suri Tauladan atau Uswatun Hasanah yang artinya Teladan yang baik.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21).

Nabi Muhammad juga diberi gelar “Al-Amin” yang artinya seseorang yang dapat dipercaya. Berikut 4 Sifat Nabi Muhammad :

1. Siddiq

Arti Shiddiq adalah jujur atau berkata benar. Seseorang yang memiliki sifat shiddiq, ia tidak pernah berkata dusta. Apa yang diucapkannya selalu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Orang yang memiliki sifat shiddiq merasa selalu diawasi Allah. Ia tidak mau berkata dusta meskipun orang lain tidak mengetahuinya. Hal itu disebabkan ia yakin bahwa Allah mah mengetahui segala gerak-gerik dan batin hamba-nya.

2 . Amanah

Arti Amanah adalah dapat dipercaya. Lawan dari amanah adalah khianat. Seseorang yang memiliki sifat amanah, dapat memegang janji dengan baik. Apa yang telah dipercayakan oranglain kepadanya akan ditunaikan dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak pernah berkhianat dan mengingkari janji. Perkataannya mengandung kebenaran dan kebaikan.

Orang yang memiliki sifat amanah akan dipercaya orang lain, sebagaimana nabi Muhammad saw mendapat gelar Al-Amin pada waktu masih muda. Gelar tersebut diberikan kepada nabi Muhammad saw karena beliau selalu berkata benar dan tidak pernah mengingkari janji.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. An-Nisa: 58)

3 . Tablig

Arti Tablig adalah menyampaikan. Seorang rasul memiliki kewajiban menyampaikan wahyu yang diterima dari Allah kepada umat manusia. Allah memberi tugas kepada para rasul untuk menyampaikan ajaran-Nya. Para rasul tidak boleh menyembunyikan hal-hal yang telah diwahyukan Allah.

Demikian pula seorang muslim, ia memiliki kewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain walau pun hanya satu ayat. Rasulullah saw bersabda:

بَلِّغُوْا عَنِّيْ وَلَوْ اَيَةً

Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat

Jadi, dimana saja kita berada, hendaknya kita dapat mengajak orang lain untuk selalu berbuat baik, tolong menolong dan taat terhadap perintah-perintah Allah swt dan rasul-Nya. Kita tidak boleh bersikap masa bodoh dan acuh tak acuh. Apalagi, berpura-pura tidak tahu tentang ajaran islam yang harus disampaikan. Kebalikan dari tablig adalah kitman artinya menyembunyikan.

4. Fathanah

Arti Fathanah adalah cerdas. Lawan kata cerdas adalah bodoh. Di dunia ini sesungguhnya tidak ada orang yang bodoh. Yang ada hanya orang yang malas sehingga otak mereka tidak terasah dan lama-kelamaan menjadi tumpul. Oleh karena itu, memiliki sifat cerdas merupakan keharusan bagi setiap muslim.

Jika setiap muslim bersikap rajin, otak senantiasa terasah sehingga menjadi cerdas. Orang yang cerdas mampu menyelesaikan masalah yang timbul, baik itu masalah diri sendiri maupun masalah yang dihadapi orang lain.

Beberapa kisah menarik mengenai Nabi Muhammad S.A.W

*Nabi Muhammad dan Seorang nenek buta dari Yahudi*

Diantara ahlak Rasulullah yang jarang terekspose adalah beliau merupakan orang yang amat penyayang dengan sesama manusia tanpa memandang ras agama dan kasta.

Disebuah perkampungan Makkah terdapat seorang nenek buta beragama yahudi, setiap harinya mencaci maki dan menjelekkan tentang Nabi Muhammad dan agam islam. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”.

Setelah Nabi Muhammad melihatnya dan tahu bahwa nenek tersebut tidak begitu terurus oleh keluarganya, akhirnya hampir setiap hari beliau menjenguk nenek tersebut dan menyuapinya dengan makanan yang selalu dibawakan oleh nabi Muhammad. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu.

Ketika si nenek sedang disuapi makanan oleh Nabi, mulut nenek masih saja mengeluarkan kata-kata makian dan benci terhadap Muhammad dan pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Pada waktu itu Nabi Muhammad masih menyamarkan identitasnya kepada sang nenek jadi nenek tersebut tidak mengetahui kalau orang yang memberinya makanan adalah Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad terus mendatangi dan memberikan makanan pada nenek tersebut setiap harinya hingga menjelang Beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Berjalan beberapa bulan kemudian Nabi pun meninggal dunia. Abu bakar ra sahabat dari nabi Muhammad kemudian bertanya kepada Aisyah ra ‘Apakah kebiasaan Nabi yang belum aku kerjakan selama ini’. Aisyah menjawab: Rasulullah selalu menemui nenek tua yang beragama yahudi di perkampungan Makkah dan menyuapinya dg makanan yang dibawanya.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

*SEBUAH CINTA ABADI YANG PERNAH ADA DI BUMI*

Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya. Seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam. Sang istri bingung. Hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk. Namun, tak terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu. Namun, rasa ngantuk semakin menjadi-jadi dan Sang suami tercinta belum juga datang.

Tak berapa lama kemudian…

Seorang laki-laki yang sangat berwibawa lagi luhur budinya tiba di rumahnya yang sederhana. Laki-laki ini adalah suami dari sang istri tersebut. Malam ini beliau pulang lebih lambat dari biasanya, kelelahan dan penat sangat terasa. Namun, ketika akan mengetuk pintu, terpikir olehnya sang istri yang tengah terlelap tidur. Ah, sungguh ia tak ingin membangunkannya.

Tanpa pikir panjang, ia tak jadi mengetuk pintu dan seketika itu juga menggelar sorbannya di depan pintu dan berbaring diatasnya. Dengan kelembutan hati yang tak ingin membangunkan istri terkasihnya, sang suami lebih memilih tidur di luar rumah, di depan pintu, dengan udara malam yang dingin melilit, hanya beralaskan selembar sorban tipis.

Penat dan lelah beraktifitas seharian, dingin malam yang menggigit tulang ia hadapi, karena tak ingin membangunkan istri tercinta. Subhanallah…

Dan ternyata, di dalam rumah, persis dibalik pintu tempat sang suami menggelar sorban dan berbaring diatasnya. Sang istri masih menunggu, hingga terlelap dan bersandar sang istri di balik pintu.

Tak terlintas sedikitpun dalam pikirinnya tuk berbaring di tempat tidur, sementara suaminya belum juga pulang. Namun, karena khawatir rasa kantuknya tak tertahan dan tidak mendengar ketukan pintu sang suami ketika pulang, ia memutuskan tuk menunggu sang suami di depan pintu dari dalam rumahnya.

Malam itu, tanpa saling mengetahui, sepasang suami istri tersebut tertidur berdampingan di kedua sisi pintu rumah mereka yang sederhana, karena kasih dan rasa hormat terhadap pasangan. Sang istri rela mengorbankan diri terlelap di pintu demi kesetiaan serta hormat pada sang suami dan sang suami mengorbankan diri tidur di pintu demi rasa kasih dan kelembutan pada sang istri.

Dan nun jauh di langit. Ratusan ribu malaikat pun bertasbih. Menyaksikan kedua sejoli tersebut…

Subhanallah Wabihamdih…

Betapa suci dan mulia rasa cinta kasih yang mereka bina terlukis indah dalam ukiran akhlak yang begitu mempesona. Saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi dan saling menghormati.

Tahukah Anda, siapa mereka?

Sang suami adalah Nabi Muhammad S.A.W dan sang istri adalah Sayyidatuna Aisyah binti Abu Bakar As-Sidiq.

Detik-detik akhir hayat Nabi Muhammad S.A.W ia menyebut “Umatku ,umatku..” karena beliau begitu cinta dan perhatian kepada umatnya.
اللهم أمَّتِي أمّتِي، وبكى فقال الله -عز وجل-: “يا جبريل، اذهب إلى محمد -وربك أعلم- فَسَلْه: ما يبكيك؟”، فأتاه جبريل فسأله، فأخبره رسول الله -صلى الله عليه وسلم- بما قال-وهو أعلم- فقال الله: “يا جبريل، اذهب إلى محمد فقل: إنا سنرضيك في أمتك ولا نسوءك

“ Ya Allah, umatku, umatku..dan Nabi menangis. Maka Allah berkata, “ Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad – Dan Tuhanmu Maha Mengetahui – dan tanyakan padanya apa yang menyebabkannya menangis ? maka Jibril mendatanginya dan menanyakannya, maka Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan apa yang telah diceritakan, maka Allah menjawab : “ Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad dan katakanlah, “ Sesungguhnya Kami akan meridhai umatmu, dan tidak akan berbuat buruk pada umatmu “. (HR. Muslim)

Beberapa Tokoh yang menyanjung Nabi Muhammad S.A.W :

Michael H. Hart orang ini menobatkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam sebagai sosok di urutan yang pertama dari 100 tokoh manusia yang paling berpengaruh di dunia.

George Bernard Shaw menyatakan bahwa Nabi Muhammad S.A.W. merupakan sosok pribadi yang agung, sang penyelamat kemanusiaan. Lebih daripada itu, ia sangat meyakini bahwa apabila Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, maka Muhammad akan berhasil mengatasi segala permasalahan dan ia mampu membawa kedamaian serta kebahagiaan yang dibutuhkan oleh dunia;

Lamar Tine (seorang sejarahwan terkemuka) menyatakan, jika kita lihat dari tolok ukur kejeniusan seorang manusia, maka siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad S.A.W.

Thomas Carlyle menyatakan kekagumannya terhadap Muhammad, karena Muhammad dengan sendirinya mampu mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang daripada dua dekade. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah sang pencipta dunia.

W. Montgmery Watt menyatakan, tidak ada figur yang hebat sebagaimana digambarkan “sangat buruk” di Barat selain Muhammad. Orang yang menganggap Muhammad sebagai seorang penipu adalah orang yang hanya memberikan masalah dan bukan jawaban.

Chicarito (Pesepak Bola) Saya bukan seorang muslim, tetapi sosok manusia terbaik dalam pandangan saya adalah Nabi Muhammad

Penutup sebuah lagu dari Duta Sheila on7 dan Hadad Alwi berjudul “Insan Utama”

https://www.youtube.com/watch?v=_55r7G5Y-cA

Doktor Terjawab on 8 April 2017
Tambah Komentar

Sudah akhir jaman 🙂

TK Terjawab on 11 April 2017
Tambah Komentar
  • Jawaban Anda

    Dengan memposting jawaban, anda setuju dengan Kebijakan Privasi dan ketentuan layanan.